📜 Sejarah Gereja
Tahun 1963, persekutuan umat Kristen Pasar Minggu melakukan ibadah perdana di rumah dinas Bapak Slamet Hardjowidjojo di Jalan Ragunan, Pasar Minggu yang kemudian pindah ke rumah pribadi Bapak Slamet di Gang Gaya, Pasar Minggu.
Tahun 1966, tempat ibadah pindah ke rumah Keluarga Koestoro Tjokrosastro – Hutabarat di Jalan Tanjung Barat No. 8, Pasar Minggu.
6 Februari 1972, Persekutuan Umat Kristen Pasar Minggu diresmikan sebagai Jemaat GPIB Pasar Minggu.
24 Januari 1975, GPIB Pasar Minggu mendapatkan hibah tanah seluas 1500 m2 dari Departemen Pertanian di Jalan AUP Pasar Minggu. 10 September 1977, Departemen Pertanian memberikan tambahan lahan seluas 720 m2 di lokasi yang sama. 25 April 1975, Ibadah dan kegiatan pelayanan GPIB Pasar Minggu pindah ke Jalan AUP, Pasar Minggu.
🎯 Visi & Misi
Visi
GPIB menjadi gereja yang mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaanNya
Misi
- Menjadi Gereja yang terus menerus diperbaharui dengan bertolak dari Firman Allah, yang terwujud dalam perilaku kehidupan warga gereja, baik dalam persekutuan, maupun dalam hidup bermasyarakat.
- Menjadi gereja yang hadir sebagai contoh kehidupan, yang terwujud melalui inisiatif dan partisipasi dalam kesetiakawanan sosial serta kerukunan dalam masyarakat, dengan berbasis pada perilaku kehidupan keluarga yang kuat dan sejahtera.
- Menjadi Gereja yang membangun keutuhan ciptaan yang terwujud melalui perhatian terhadap lingkungan hidup, semangat keesaan dan semangat persatuan dan kesatuan warga Gereja sebagai warga masyarakat.
🏛️ Struktur Organisasi
Pengurus Harian Majelis Jemaat (PHMJ)
📍 Sektor Pelayanan
- Eris Widianto
- Franky Petrus Tampemawa
- Mariadini Sibarani – Saimima
- Oktri Virilis Kalawahai Ismael
- Siti Herlina Subiyantoro
- Christine Naomi Santosa - Patadungan
- Endra Sasmito Soengkowo
- Frangky Donald Tumanduk
- Puji Hasianti S. P. Tobing
- Ruddy Ronald Ronny Kussoy
- Jenny Alrientje S. Karundeng
- Alice Y. V. R. Ballo-Hutabarat
- Jhon Noldi Tentua
- Anna Rita Hatumesen-Ratuk
- Christina M. Pasaribu-Kadjiman
- Berti Kuncoro-Ratuk
- Sri Aryanti
- Diah Marini W. Sembiring-Melo
- Leopold Erwin Toar Worotikan
- Meilina
- Costansa W. Kusteli-Hatumesen
- Jemmy Paulus K. Latupeirissa
- Astin Biyang-Sampetondok
- Desmeri Artati Marbun-Siregar
- Baby Maria Theresia Anjenette Tumbel
- Ignatius Kristianus Padamani
- Jimmy Suryo Hadi
- Herri Bona Saut Simatupang
- Norma Deliana Aritonang-M.
- Elizabeth W. Ch. Kayadoe
- Bowo Trahutomo Suharso
- Farida Simi
- Benjamin Barnabas Salindeho
- Suriya Jaya Barus
- Wenni Dyah Sitoresmi
- Johan Jacob I. P. Papilaya
- Elviera Ganps Sudarmanto
- Immanuel Berahmana
- Cornelius P. Berahmana
- Mery Priantono-Sumihar
- Paula M. Menajang-Tumatar
- Sutrisno Sipahutar
- Esther Juditha Tamburian-K.
- Irving M. Austin Loukassy
- Roland Christian L. Worotikan
- Anita R. Gunawan – Napitupulu
- Berliana Siahaan-Simanungkalit
- Refol Simanungkalit
- Dewa Agus Gautama
- Denny Jan Sompie
- Surya Bakti Batubara
- Rinda S. Rahayu Manullang – Situmorang
- Gustav Daniel Manullang
- Marisetia Zega – Gea
- Yunis Prandi Saragih
- Nauli Nasda J. Ginting-H.
- Eddy Rodiyanto
- Leksy Jhon Lesnussa
- Dandy Capryanto Hermawan
- Nolyanse B. N. Tampemawa-Mongan
- Edi Kalengkian
- Ruben Febrian Tarigan
- Yustus Maubanu
- Mesah Tarigan
- Tuplik Indrastuti Rahayu Kusbiyantoro
- Thelma Jericho Gontung
- Boetje Ch. D. Ferdinandus
- Markhelaus P. Manopo
- Agung Gerard Laudry Metekohy
- Josias F. Rudolf Sereh
- Sondang Ida Priyono-Simbolon
👥 Direktori Pelayan
Masa Tugas 2022 – 2027